BAHAGIAN PERTAMA,
Kalam Hikmah
Saleum
Silman Haridhy
BIOGRAFI
ABUYA SYECH HAJI ABDUL HAMID KAMAL
“Seorang
Ulama Bersifat Diplomat”
Unit PerpustakaanYayasan AHKAM
DAYAH RAUDHATUL ULUM
Abuya Syech Haji Abdul Hamid Kamal, Pendiri
dan Pimpinan
Dayah Raudhatul UlumAlue Pisang (1964-1980),
Dayah Mimbariyah
Krueng Batee, Kuala Batee (1948-1980)
dan Pimpinan Pesantren Bustanul Huda
Blangpidie (1964 – 1980)
Aceh Barat Daya.
Abuya Syech H. Abdul Hamid Kamal,
saat
memberi tausiah di berbagai daerah
menggunakan bahasa yang santun,
banyak
jamaah dan masyarakat
menitikkan air mata …… Allahu yarham..
“Hana
tabeuet ileumee Tauhid
Salah ta maried jeuet keu kaphee
Hana tabeuet ileumee Fiqah
Salah-salah
rouh ta pajouh bangke
Hana ta beuet ileumee Tasawuf
Akhlak ngon hate tanyo brouk sabee“
Bermula
pada suatu waktu tahun 2013, saat saya dan beberapa teman pulang dari Tapak
Tuan Aceh Selatan menuju Blangpidie Aceh Barat Daya untuk singgah (transit)
sebelum kembali ke Banda Aceh, singgah di satu kecamatan dan terlibat
pembaicaraan dengan beberapa orang tokoh masyarakat.Semula pembicaraan
hanya sekitar pembangunan yang dapat langsung dirasakan masyarakat.Pembangunan
untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat sudah sangat harus
dilakukan, karena selama ini banyak masyarakat sudah sangat menderita bukan
hanya karena sempit hidup, tetapi juga sudah sempit pengetahuan.Saya
katakan, “sekarang kan banyak sudah dibangun sekolah mulai dari Sekolah
Dasar sampai ke Sekolah Menengah Atas baik umum maupun kejuruan sudah ada di rata
sago, bagaimana bisa sempit pengetahuan?”, tanya saya kepada tokoh masyarakat
itu.Dengan enteng dijawabnya, “bagaimana tidak sempit, sekolah nampaknya
makin banyak, tetapi anak-anak kita makin banyak yang bodoh.Bodoh yang kami
maksud adalah bodoh tentang akhlak dan agama.Karena kebodohan makin besar
maka banyak anak-anak kita terlibat maksiat dan banyak berurusan dengan
penjara karena larut dengan narkoba”, katanya enteng. Dulu, saat Abuya Syech
Haji Abdul Hamid Kamal masih ada, beliau aktif mengajarkan masyarakat untuk
menambah pengetahuan. Bukan hanya pengetahuan umum, tetapi yang sangat
penting adalah pengetahuan tentang agama sehingga setiap kegiatan manusia
terkontrol dan tidak larut dengan pekerjaan-pekerjaan haram, katanya mengenang.
Abu Hamid, lanjutnya, sampai tidak ada waktu yang terluang, penuh setiap
hari dengan mengajarkan masyarakat.”Tapi sayang, beliau tidak berumur panjang,
pada usia 52 tahun beliau telah dipanggil Allah SWT”, katanya. Pembicaraan
terus berlanjut sampai beberapa waktu lamanya. Banyak hal dikemukakan tentang
Abuya Syech Haji Abdul Hamid Kamal, baik dari segi aspek pendidikan, penyejuk
iman dan kepiawaian dibidang politik, walaupun beliau bukan angota partai
politik dan tidak terlibat secara langsung dalam politik praktis.
Sebelum
itu, pada saat penulis ke Jakarta bertemu dengan beberapa tokoh Aceh dan
anggota DPR, mereka berceritera banyak tentang Abuya. Pak Muji Budiman mantan
anggota DPR dan tokoh Abdya serta tokoh Aceh secara khusus kepada penulis
minta agar mengumpulkan data-data beliau dan perlu menulisnya dalam bentuk
buku
Dari
pembicaraan yang ringkas itu menarik perhatian saya dan teman-teman yang ikut
dalam perjalanan itu.Mereka mengharapkan saya dapat menulis biografibeliau
secara ringkas sehingga masyarakat terutama generasi muda yang belum dan
tidak secara langsung mengenal beliau dapat memahami sejarah hidupnya.Sejak
saat itu, saya mulai mencari informasi untuk mendapatkan data tentang
kehidupan beliau.Setelah saya mendalami sejarah kehidupan ulama yang santun
itu, makin menarik hati saya untuk menulis secara ringkas tentang kehidupan
beliau sehingga dapat dipahami dan boleh juga untuk dicontohsuritauladan oleh
masyarakat terutama generasi muda.
Kehidupan
nyata sehari-hari beliau (walaupun hanya sedikit dan dalam ungkapan yang dangkal)
kami coba angkat sehingga diketahui masyarakat.Banyak hal tentang kehidupan
beliau belum mampu diungkapkan secara jelas.Tapi yang diungkapkan saat ini
adalah pola kehidupan beliau yang secara nyata terlihat oleh masyarakat.Dalam
tulisan ini tidak banyak diungkapkan pandangan dan pemikiran beliau tentang
fenomena kehidupan yang berkembang saat itu. Walau harus diakui cara berfikir
Abu Syech Haji Abdul Hamid Kamal sangat konfrehensif, sangat luas dan sesuai
dengan perkembangan zaman. Dari segi politik, walaupun beliau tidak secara
langsung menjadi anggota partai politik tertentu,tetapi pikiran dan
pandangan beliau selalu diminta dan didengar sebagai sebuah nasehat dalam
melaksanakan kegiatan partai politik tersebut.Yang paling banyak berhubungan
dengan beliau adalah Partai Persatuan Pembangunan yang merupakan fusi dari
partai-partai Islam.Hampir setiap waktu pimpinan dan pengurus partai tersebut
baik tingkat kabupaten maupun provinsi bahkan pimpinan pusat selalu singgah
menjumpai beliau untuk sowan ataupun minta pendapat dan fatwa. Begitulah keadaan
ulama ini yang secara langsung tidak menjadi anggotaapa lagi pengurus sebuah
partai, tetapi oleh pengurus partai politik selalu digunakan beliau
sebagai narasumber.
Kami
mengakui bahwa sumber informasi yang dapat kami peroleh untuk mengungkapkan
kehidupan ulama kharismatik ini terbatas. Kawan-kawan, sahabat dan kerabat
beliau yang seangkatan sudah banyak pula yang wafat, sehingga lebih banyak
informasi diperoleh dari generasi kedua, yang informasinya boleh jadi banyak
yang samar-samar, misalnya tentang tarikh, lokasi, serta orang perorang yang
terlibat dalam suatu kegiatan yang menjadi topik bahasan. Tetapi, walaupun
informasinya tidak terang benderang, sebagai gambaran umum telah dapat digunakan
untuk menulis secara ringkas Biografi beliau.
Sangat
diakui bahwa apa yang disajikan dalam biografi singkat ini masih belum
lengkap, belum mampu mengangkat berbagai seluk beluk kehidupan Abuya. Tapi
dalam keterbatasan dan ringkasnya uraian serta ungkapan,sudah dapat
diambil manfaat dari tulisan ini. Ada beberapa hal yang perlu diambil dalam
tulisan yang relative sederhana ini yaitu: Pertama, masyarakat gerasi kedua
dan ketiga setelah beliau wafat, dapat memahami tentang sejarah kehidupan
ulama yang kharismatik itu serta mampu mengambil natijahnya. Kedua, dapat
mempermuda kembali ingatan masyarakat terutama generasi muda terhadap
ulama yang santun tersebut, sehingga mereka dapat memahami bahwa di daerah
Aceh Barat Daya ada ulama kharismatik bukan hanya dilingkup lokal kabupaten
tetapi juga provinsi. Ketiga, dapat menjadi bahan kajian oleh murid-murid
beliau yang berada di berbagai pelosok atau pihak-pihak yang berminat
sebagai tambahan literature.
Semoga
tulisan ini ada manfaatnya, dan saran perbaikan untuk melengkapkan
informasi dan data terutama tentang informasi penggalan sejarah kehidupan
beliau maupun berbagai koleksi foto tentang beliau sangat diharapkan sehingga
uraian biografi ini dapat dilengkapi dikemudian hari.
Penulis (April 2015)
DAFTAR ISI
JUDUL
dan FOTO ABUYA Syech H. Abdul Hamid Kamal (1)
Kalam
Hikmah (4)
Saleum
(5)
Daftar Isi
(10)
Pengantar
(12)
·
Mampu Menegah Perselisihan (31)
I.
KEADAAN NANGGROE (38)
Bayi Itupun Lahir (44)
II. RANGKAIAN KELUARGA (37)
Tgk. Syech Kamaluddin (37)
Haji Muhammad Yusuf (50)
Nyak Puan (51)
Tgk. Syech. T. Mahmud bin T. Ahmad (52)
Cut Nyak Maryam Binti T. Cut Mamad (61)
Umi Cut Ridhwan Mahmud (63)
Umi Radhiah (65)
·
Bertanggung Jawab dan Segera Mohon Maaf
(66)
III.
ABDUL HAMID KECIL (72)
Masa Kecil(72)
Sekolah Formal (75)
Sekolah Formal (75)
Belajar di Bustanul Huda (76)
Weuh Hatee (79)
Belajar dan Mengajar (84)
Masa Tidak Aman (89)
Mulai Ikut Berdakwah (90)
Tambahan Lakab Nama (94)
·
Mengubah yang keliru (101).
IV.
MENERIMA TUGAS (105)
Datang Utusan (105)
·
Prediksi Yang Benar (110)
V.
MEMBANGUN DAYAH MIMBARIYAH (116)
Dimulai Dengan Mengajar Al-Qur’an (116)
Pengajian
Masyarakat (117)
Membangun
Dayah (118)
Mencetak
Teungku dan Ulama (120)
·
Memperbaiki kurikulum (124)
VI.
BERUMAH TANGGA (128)
Datang
Seulangkee (128)
Kelahiran
Putra dan Putri (132)
Menunaikan
Ibadah Haji (137)
·
Pendidikan umat (142)
VII.
BLANGPIDIE DAN KRUENG BATEE (146)
Jadwal
Kuliyah dan Mengajar di Krueng Batee (146)
Jadwal
Kuliyah untuk Masyarakat Blangpidie (149)
Berupaya
menulis kitab (151)
·
Menghidupkan Syiar(154)
VIII.
MEMBANGUN DAYAH RAUDHATUL ULUM (156)
Dayah
Raudhatul Ulum (156)
Menambah
Isteri (162)
·
Dalam Pendidikan Sangat Demokratis (165)
IX.
KESEHATAN MENURUN (170)
Petir
di Siang 21 Agustus 1980 (170)
Hikmah
Perbedaan (172)
·
Belajar Dengan Metode Praktis (176)
X.
MENGISI KEKOSONGAN (178)
Berawal
Pada Acara Haul (178)
Rapat
di Langkan Mesjid (182)
Banyak
Usulan Nama (184)
Penetapan
Tgk. M. Syam Marfaly (185)
Utusan
yang menghubungi (187).
·
Sangat berpegang pada komitmen (190)
XI.
PENANGANAN RAUDHATUL ULUM (196)
Silih
Berganti (196)
Masalah
Besar (199)
Era
Baru (202)
·
Sangat Berbaik Sangka (206)
XII. YAYASAN
SYECH HAJI ABDUL HAMID KAMAL (210)
Uluran Tangan (212)
·
Sabar Dari Sakit Itu Pengampunan (215)
XII. AKTIF
DALAMPEMBANGUNAN,PERDAMAIAN, DAN PENINGAKATAN PENDIDIKAN AGAMA DI ACEH (221)
Musyawarah Perdamaian Aceh (221)
Musyawarah Pembangunan Aceh (225)
Membangun Persatuan Dayah Insafuddin
Aceh (227)
Membidani Lahirnya ABDYA (228).
DOKUMEN
FOTO ABUYA SYECH HAJJI ABDUL HAMID KAMAL (236)
ARTIKEL
PELENGKAP (272)
Mutiara
Hikmah
Perihal
Wudhuk
Amalan
shalat sunnah fajar
Keutamaan
shalat jum’at
Keutamaan
shalat jenazah
Keutamaan
puasa bagi muslim
Tanggung
jawab orang tua terhadap pendidikan anak
Generasi
yang kuat, terampil dan taqwa
Keteladanan
Nabi Ibrahim
Kajian
mengenal diri dan tujuan hidup di dunia
DOKUMEN
FOTO PENULIS (308).



Komentar
Posting Komentar